RSS

tips memilih biola dan asesoris yang baik melalui fisiknya

16 Jun

welcome everyone😀
sekedar bagi – bagi sedikit pengetahuan yg saya punya, semoga bermanfaat :

I. Biola Tampak Depan :

  • Dua garis yg ada di pinggiran biola (purfling), bagusnya berupa kayu yg ditanam di body biola, bukan dilukis/digambar. Cara untuk mengetahui apakah itu dilukis atau ditanam, yaitu dengan cara melihat dari pantulan sinar. Kalau yg ditanam, dia terlihat bertekstur. Apabila diraba menggunakan jari, akan lebih terasa teksturnya. Purfling yg di tanam fungsi nya selain untuk penghantar gelombang suara, juga berfungsi untuk mencegah retak pada body biola akibat benturan.
  • Asesoris biolanya lebih bagus kalau menggunakan kayu, bukan dari resin. Karena hal tersebut ikut menunjang kualitas suara dari biolanya. Asesoris itu antara lain : tuning pack, finger board, tail piece, chin rest, dan bridge.
  • Penggunaan fine tuning. Fine tuning itu sebenarnya memiliki efek yg kurang baik dalam menghantarkan gelombang suara, maka dari itu alangkah lebih baik apabila fine tuning digunakan hanya pada senar E saja, karena senar E memiliki kemungkinan putus lebih besar dari senar lainnya. Maka dari itu, tuning pack harus benar2 empuk, dalam arti pada saat diputar, dia menarik senar sedikit demi sedikit, tidak terlalu jauh, dan tidak licin. Adapun saran saya untuk tuning pack yg licin adalah melepasnya dari pack box dan senar, di lap bersih terlebih dahulu, lalu dilumuri oleh rosin yg telah melekat di bow sedikit demi sedikit, dan jangan terlalu banyak. Apabila terlalu banyak, tuning pack nya akan menjadi keras.
  • Ukuran bridge. Ukuran bridge harus tepat, tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah. Tinggi ideal brigde +- 2,5 cm. Kalau ketinggian, fingering nya jadi tidak empuk. Kalo kerendahan, susah piziccato tangan kiri jadi nya dan akan mempengaruhi keempukan saat kita melakukan fingering di finger board. Begitu pula dengan tinggi finger board. Tinggi ideal finger board dari body +- 1,7 s/d 2,2cm.

II. Biola Tampak Belakang :

  • Sama seperti poin pertama pada biola tampak depan, bahwa purfling itu merupakan kayu yang ditanam, bukan dilukis/digambar
  • Ketuk pelan bagian sisi kanan dan sisi kiri, bagian atas, tengah, dan bawah body. Apabila suara ketukan nya sama, berarti tebal kedua sisi biola sama, dan seluruh bagian biola merapat secara sempurna. Apabila suara ketukan nya berbeda, berarti ada yang gak beres tuh. Melalui cara ini, kalian juga dapat menentukan tipis tebalnya biolanya. Biola yg ideal memiliki ketebalan kayu yg tipis dan cenderung ringan sehingga suara ketukan nya pun terdengar nyaring/tidak mendem.
  • Serat kayu. Baik itu serat horizontal maupun vertikal, ataupun abstrak seperti biola saya, bagus nya merupakan serat asli kayu, bukan di cat, dan padat. Untuk mengetahui apakah serat nya itu serat asli kayu atau tidak, cukup dengan mengintip bagian dalam biola melalui f hole. Kalau serat didalam biola sama dengan serat diluar biola, berarti itu asli serat kayu. Hal ini penting karena menentukan kambium kayu yg di ambil, sehingga menentukan pula kejernihan, kering/tidak, bulat/cempreng suara biola nya.

III. Bagian Dalam Biola

  • Didalam biola terdapat tiang penyangga (soundpost atau seal) yang fungsinya untuk menghantarkan geteran atau gelombang suara. Posisi soundpost atau seal idealnya terletak di belakang bridge dekat senar E dan A.

 

Nah, gimana? Mudah2an bahasa yang saya gunakan ringan dan dapat dipahami dengan jelas ya. Semoga bermanfaat😀

 
Leave a comment

Posted by on June 16, 2013 in Article

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: